Rabu, 17 Oktober 2012

ARTIKEL ILMU SOSIAL DASAR

Artikel Sosial Masyarakat Tentang Masalah Larangan Merokok

Masyarakat DKI Jakarta dibuat kaget, bukan oleh serangan wabah DBD, bukan pula serangan teroris; tetapi oleh rokok. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melansir kebijakan baru bertajuk larangan merokok di tempat umum. Yang membuat publik kaget, bukan karena larangannya, tetapi lebih karena hukumannya yang setinggi langit, Rp. 50 juta dan kurungan 6 bulan. Keterkejutan publik, secara sosiologis layak dipahami. Alasannya, hingga detik ini, bahaya rokok di Indonesia masih menjadi "isu pinggiran". Pemerintah, dan bahkan tokoh masyarakat (seperti ulama) juga masih setali tiga uang. Paling banter ulama di Indonesia hanya memberikan fatwa merokok makruh hukumnya. Berbeda dengan jumhur ulama di berbagai negara di Timur Tengah, bahkan Malaysia dan Brunei Darussalam; yang memfatwakan bahwa merokok haram hukumnya. Ulama terkenal Syeikh Yusus Qordhowi termasuk ulama yang mengharamkan merokok (baca Fatwa-Fatwa Kontemporer). Mungkin masyarakat sudah mengerti bahayanya, karena dalam setiap bungkus rokok ada peringatan: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin.
Dari sisi kesehatan, bahaya rokok sudah tak terbantahkan lagi. Bukan hanya menurut WHO, tetapi, lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membutikan hal itu. Dalam kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya, dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker). Berbagai zat berbahaya itu, adalah tar, karbon monoksida (CO), dan nikotin. Anehnya pula, dampak asap rokok bukan hanya untuk di si perokok aktif (active smoker) saja. Ia pun punya dampak sangat serius bagi perokok pasif (passive smoker). Orang yang tidak merokok (passive smoker), tetapi terpapar asap rokok akan menghirup dua kali lipat racun yang dihembuskna pada asap rokok oleh si perokok. Sangat tidak adil; tidak merokok, tetapi malah menghirup racun dua kali lipat. Maka, salah satu cara untuk membatasi perilaku merokok semau gue, WHO mencanangkan program "Kawasan Tanpa Rokok" (KTR) di tempat-tempat umum. Progam seperti ini lazim diterapkan di berbagai negara, termasuk di ASEAN; Singapura, Malaysia bahkan Vietnam. Di Malaysia, organ merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bankok didenda 2.000 baht. Oleh sebab itu, kebijakan Gubernur DKI Jakarta menjadi rasional dan layak mendapatkan dukungan publik. Hanya, yang perlu dipertanyakan adalah, selain besarnya denda, juga bagaimana mekanisme pelaksanaannya? Sebab, berbagai hal kasat mata dan lebih konkrit dampaknya (banjir, sampah, dan kemacetan) hingga kini tidak pernah beres, apalagi masalah rokok? Kebijakan KTR yang digagas oleh Pemda DKI Jakarta, sebenarnya, bukan yang pertama kali. Peraturan Pemerintah No. 81/1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, yang kemudian diubah menjadi PP No. 19/2003; sudah lebih dahulu mengatur tentang larangan merokok di tempat-tempat umum, Tetapi, sialnya, PP
tersebut tidak bisa memberikan sanksi. PP tersebut malah memerintahkan agar setiap Pemda di Indonesia membuat aturan tersendiri tentang KTR (Perda). Apalagi WHO sekarang sudah menerapkan konvensi bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Saat ini, FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160 negara anggota WHO, dan lebih dari 40 negara telah meratifikasinya, Sekarang FCTC sudah menjadi hukum internasional. Sayangnya, Pemerintah Indonesia, sebagai salah satu pengagas dan legal drafter, hingga batas akhir juni 2004, tidak menandatangani FCTC!

FCTC, selain mengatur soal larangan merokok di tempat umum, setiap Pemerintah bahkan "dibimbing" untuk menanggulangi dampak tembakau secara elegan, dan komprehensif. Misalnya menaikan cukai rokok, larangan iklan di media massa dan promosi dan larangan penyeludpan (smuggling). Menaikan cukai rokok, merupakan instrumen penting, selain untuk membatasi segmentasi perokok, juga untuk meningkatkan pendapatan negara. Tapi sungguh ironis, mayoritas perokok di Indonesia adalah orang miskin. Menurut survey Bappenas (1995), orang miskin justru mengalokasikan 9% total pendapatannya
untuk rokok. Betapa besar manfaatnya, jika dana itu digunakan untuk kesehatan, pangan, atau pendidikan. Rokok memang memberikan kontribusi signifikan, berupa cukai, bayangkan, tahun 2004 cukai rokok sebesar Rp. 27 trilyun. Belum lagi kontribusi sector pertanian dan tenaga kerja. Namun, itu semua sebenarnya hanya ilusi belaka.

sumber: (Majalah Tarbawi, Edisi 104 Th. 7/Shafar 1426H/17 Maret 2005)
Oleh Tulus Abadi, SH
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Komnas PMM
Penerima Tobacco Control Fellowship Programs, Bangkok 2003

Kamis, 20 September 2012

YAMAHA TZR 125 R



SPESIFIKASI
MESIN
Tipe mesin
2 langkah, berpendingin air
Diameter x Langkah
56 x 50,7
Volume silinder
124 cc
Perbandingan kompresi
6,2 : 1
Sistem pelumas
Pelumasan terpisah (Autolube Yamaha)
Kopling
Manual, basah, multiplat
Susunan silinder
satu
Gigi transmisi
6 Kecepatan
Sistem starter
Elektrik
Karburator
VHSA 32 GS Dell'Orto
Sistem pengapian
CDI
Busi
BR9ES/NGK, W2CC/BOSCH
Rasio sproket
47/18 (2,611)
Rasio gearbox
1. 34/42 (2,833)
2. 29/16 (1,813)
3. 26/19 (1,368)
4. 24/21 (1,143)
5. 23/23 (1)
6. 22/24 (0,917)
SUSPENSI/RODA/REM
Suspensi depan
39mm upside-down forks, 120mm wheel travel
Suspensi belakang
Monoshock adjustable preload
Ukuran ban depan
110/70-17
Ukuran ban belakang
140/70-17
Rem depan
Cakram tunggal 320mm dengan 4 oiston caliper brembo
Rem belakang
Cakram tunggal 210mm dengan 2 piston caliper
CHASSIS
Berat kosong
136 kg
Panjang keseluruhan
2025 mm
Lebar keseluruhan
740 mm
Tinggi keseluruhan
1110 mm
Jarak sumbu roda
1400 mm
Jarak terendah ke tanah
155 mm
Jarak tempat duduk
790 mm
Tipe rangka
aluminium twin spar
PERFORMA
Daya maksimum
22 Dk @10.000 rpm
Torsi maksimum
24,05 kW @11300 rpm
Top speed
162,1 Km/h
Akselerasi 0-100 km/h
6,5 detik
SPESIFIKASI LAIN
Kapasitas tanki
15 liter
Tipe motor
4DL-F8199-WO





CAGIVA MITO 125









SPESIFIKASI :

MESIN
Tipe mesin                       :  2 langkah,  membran, electric powervalve Berpendingin air
Diameter x Langkah          :  56 x 50,6 mm
Volume mesin                  :  124,63 cc
Perbandingan kompresi    :  7,4 : 1
Sistem Pelumas                :  Oleh oli yang ada didalam crank case
Susunan silinder              :  satu
Sistem pengapian             :  CDI
Kopling                           :  Basah, multi plat
Gigi transmisi                  :  6 percepatan
Rasio                              :  1. 2.727 (30/11)
                                         2. 1.857 (26/14)
                                         3. 1.353 (23/17)
                                         4. 1.095 (23/21)
                                         5. 0.956 (22/23)
                                         6. 0.864 (19/22)


SUSPENSI/REM/RODA
Suspensi depan                 :  40mm Marzocchi teleskospic forks, 120mm wheel travel
Suspensi belankang           :  Monoshock, 133mm wheel travel
Ukuran ban depan            :  110/70-17
Ukuran ban belakang       :  150/60-17
Rem depan                       :  Cakram tunggal 320mm dengan 4 piston caliper
Rem belakang                  :  Cakram tunggal 230mm dengan 2 piston caliper
Pelek depan                     :  3.0 x 17
Pelek belakang                :  4.0 x 17

CHASSIS
Berat kosong                    :  129 kg
Panjang keseluruhan        :  1980 mm
Lebar keseluruhan            :  760 mm
Tinggi keseluruhan           :  1100 mm
Jarak sumbu roda            :  1375 mm
Jarak terendah ke tanah   :  150 mm
Jarak tempat duduk          :  760 mm
Tipe rangka                      :  Aluminium Deltabox


PERFORMA
Daya maksimum               :  34 DK (25,4 Kw) @ 12000 rpm
Tors i maksimum              :  23 Nm (17 ft. Lbs) @ 11000 rpm
Top speed                        :  172 km/h
Akselerasi 402 m             :  13,5 detik









Rabu, 19 September 2012

YAMAHA RX KING
























SPESIFIKASI :


MESIN
Tipe Mesin                     : 2 Langkah, Air Cooled
Diameter x Langkah        : 58,0 x 50,0 mm
Volume Silinder              : 132 cc
Perbandingan Kompresi  : 6,9 : 1
Kopling                          : Manual, Basah, Multiplat
Susunan Silinder            :  Satu/Miring
Gigi Transmisi                 : 5 Kecepatan
Pola Pengoperasian Gigi : 1-N-2-3-4-5
Karburator                      : VM 26 x 1 MIKUNI
Kapasitas Oli Samping   : 1 Liter
Baterai                          : GM 3-3B/12,3
Busi                              : BP 8HS-10
Sistem Pengapian          : CDI
Sistem Pelumas             : Autolube

Sistem Starter                : Kick 

SUSPENSI/REM/BAN
Suspensi Depan             : Teleskopik
Suspensi Belakang         : Swing Arm
Ukuran Ban Depan          : 2.75-18-4 PR
Ukuran Ban Belakang      : 3.00-18-4 PR

Rem Depan                     : Cakram Double Piston
Rem Belakang                : Tromol

CHASSIS
Berat Kosong                 : 100 kg
Tipe Rangka                   : Double Cradle
Kapasitas Tangki            : 9,5 Liter
Jarak Sumbu Roda          : 1245 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 160 mm
Jarak Tempat Duduk        : 770 mm

Dimensi PxLxT                : 1970 x 735 x 1065 mm 

PERFORMA
Daya Maksimum             : 18,5 PS/9.000 RPM
Torsi Maksimum              : 1.54 KG.M/8.000 RPM
Top speed                       : 160 Km/jam
Aselerasi 0 -100 Km/jam  : 8 Detik